Langsung ke konten utama

Bercermin Pada Diri

Saya teringat pada sebuah kata yang ada dalam kumpulan cerpenya Afrizal Malna yang berjudul Pagi Yang Miring Kekanan.
Disitu ada sebuah kalimat "viral viral viral get out".

Ada salah satu kawan penyair menafsirkan bahwa kalimat itu bermakna "viral/buming itu hanya sesaat habis itu get out (pergi)"
Dari situ saya menarik kesimpulan, memang segala sesuatu ada waktunya masing-masing, dan tidak ada di dunia ini yang abadi kecuali cinta.

Dan saya juga berfikir bagaimana bisa banyak orang bergerombol menuju suatu yang fana, tanpa mereka sadari bahwa yang mereka kejar hanyalah fatamorgana belaka, dan yang lebih heran lagi kenapa banyak orang berperasangka buruk kepada setiap orang yang melakukan kebaikan.

Apa itu sudah menjadi bagian yang wajar dari kehidupan manusia, atau memang manusiaanya yang kurang waras untuk berfikir positif, dari situ saya belajar dari alam sekitar kita.

Mungkin, pohon tidak pernah berprasangka kepada para cukong yang akan memotongnya dan merusaknya, dan hewan mungkin tidak pernah berprasangka buruk kepada manusia yang akan membunuhnya.

Sedangkan manusia sendiri berfikir positif kepada sesama manusia saja susah, apakah kita harus belajar dari semesta yang senantiasa membesarkan kita dalam karuniaNya..?, bukan kah manusia di ciptakan sebagai mahluk paling sempurna di muka bumi..?,

Ya, kita kadang lebih sibuk mengoreksi kesalahan orang lain sehingga lupa akan kesalahnnya sendiri....

Monggo di sruout kopine pak/mas mbak/ibu
@cholies_cyclist

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anjing penyemangatku

Bersepeda seorang diri bukanlah suatu kegiatan yang menjenuhkan apalagi membosankan, dan kadang memang ada beberapa orang yang memilih ber-petualang  seorang diri. Dari mulai solo riding, solo hiking, single traveler dan lain sebagainya. Alasan saya memilih untuk solo cyclist yang pertama ialah memang tidak ada yang mau ikut, dan saya lebih menikmati perjalanan ketika sendiri. Memang sering muncul beberapa pertanyaan “apa nggak jenuh mas bersepeda sendirian..?”. Ya saya jawab tidak, karena di sepanjang jalan kita akan menemukan hiburan-hiburan tersendiri, dari mulai anak-anak memanggil saya mister di beberapa daerah, di kejar anjing, di semangatin sopir, dan masih banyak hal-hal lainnya yang tentunya tidak membuat saya jenuh dalam melakukan solo cyclist. Memang di beberapa daerah seorang pesepeda jarak jauh sering di panggil mister, di Indonesia bagian barat ataupun timur, karena mereka mengira yang traveling menggunakan sepeda kebanyakan bule-bule dari luar negeri, padahal s...

Perempuan Tak Punya Rasa

Dengarlah, aku akan menceritakan tentang kisah ku dan segala dukanya. Saat itu aku baru duduk di kelas dua Sekolah Menengah Pertama, sudah dua tahun merasakan berjarak dengan orang tua. Namun, aku menemukan semangat baru di kota itu, dan mungkin aku sudah menginjak sedikit dewasa hingga mampu merasakan getaran cinta. Aku tak peduli itu cinta monyet atau lain sebagainnya, yang pasti aku merasakan semua itu pertama kalinya, melihat seorang perempuan yang tak tahu asal usulnya lalu merasakan cinta terhadap dirinya. Waktu itu aku sangat ingat, mencari akun facebooknya dan mulai berkenalan dengannya. Perempuan yang baik, itulah yang ada dalam pikaranku saat itu, lalu semakin lama aku semakin sering menghubunginya lewat inbok hingga saat itu aku sempat meminta nomor ponselnya. Sampai aku heran, ada seseorang yang membuat aku menjadi semangat melakukan hal apapun dalam kehidupan, satu tahun berlalu rasa yang masih aku simpan karena malu untuk mengungkapkannya, walupun setiap saat aku s...

MUSAMUS: Nggak banyak omong tapi nyata

Musamus atau rumah semut sebenarnya bukanlah sarang yang dibuat oleh semut. Lebih tepatnya, mahakarya alam Merauke ini adalah sarang dari hewan sejenis rayap Macrotermes sp. Bicara tentang sarang serangga, tentu di pikiran kita akan terbayang sarang yang berukuran kecil. Namun, Musamus berukuran sangat besar, bahkan ratusan kali lipat serangga pembuatnya. Tingginya bisa mencapai 5 meter dengan diameter lebih dari 2 meter, dan ukurannya bervariasi di atas permukaan tanah. Rayap yang tinggal di dalam Musamus bukanlah rayap yang kita kenal sehari-hari sebagai rayap perusak. Mereka bukanlah serangga pengganggu dan umumnya mereka hidup jauh dari pemukiman manusia. Rayap jenis ini terkenal mandiri dan mereka membangun rumah mereka sendiri tanpa bermaksud merusak pemukiman manusia. Musamus terbentuk dari bahan dasar rumput kering, tanah, dan air liur rayap pembuatnya. Rayap-rayap tersebut membangun istana mereka dengan sangat kokoh dan kuat, bahkan mampu menahan berat manusia dewasa saat me...