Langsung ke konten utama

Postingan

Surga Kecil Maluku Utara

Tak terasa sudah 16 hari lamanya saya tinggal di kota Ternate, kota yang memiliki letak di barat pulau Halmahera ini memiliki keindahan alam dan keindahan bawah laut yang luar biasa, tak hanya itu Ternate juga memiliki sejarah peradaban yang panjang, dari mulai kerajaannya yang besar pada abad ke 12, masuknya Portugis dan Spanyol pada sekitar abad ke 18. Menjadikan Ternate sebuah kota yang memiliki peradaban yang sangat pesat dari dulu hingga sekarang dengan kota di sekelilingnya, bahkan Ternate maju terlebih dahulu ketimbang jawa. Tanggal 9 kapal bersandar di pelabuhan Pelni kota Ternate, dan dari tanggal 10-15 saya mengikuti agenda pameran buku yang bertajuk “Ternate Book Festival”, acara itu dihadiri oleh beberapa narasumber sastrawan dari Yogyakarta dan nara sumber lokal, ada pak Edi Mulyono, Gus Muhidin M Dahlan, dan masih banyak lagi. Setelah acara usai saya melanjutkan penjelajahan di tanah Ternate, dari mulai naik gunung Gamalama dengan ketinggian 1715 Mdpl, sebelumnya ...

Single speed: Antara sengsara dan kurang kerjaan

Banyak yang heran ketika saya touring menggunakan sepeda single speed, khusunya kawan-kawan dari kauh federalist dan mountain bike, karena mereka lebih sering memakai sepeda dengan speed yang saya firkir berlebihan, dan pada akhirnya di tanjakan ndorong juga. Dari 7-11 speed bahkan ada yang memakai mega crank. Februari memasuki bulan ke delapan perjalanan saya, dan telah tiba di kota Ternate Maluku utara, gila single speed bisa spai Ternate, mungkin ada yang bilang seperti itu, dan juga banyak muncul pertanyaan dengan sepeda yang saya pakai ini. Dari mulai model yang berbentuk kuno dan jadul, buluk, yang harusnya sudah tidak layak pakai, “ terus itu gimana kalau di tanjakan..?” mungkin lebih dari seratus orang yang bertanya seperti itu pada setiap istirahat atau berjumpa beberapa kawan pesepeda di jalan. Saya jawab dengan enteng saja, kalau di tanjakan ya ndorong, ya karena perjalanan ini begitu woles dan santuy. Sedikit tentang sejarah sepeda saya, sepeda ini saya beli dari pe...

Anjing penyemangatku

Bersepeda seorang diri bukanlah suatu kegiatan yang menjenuhkan apalagi membosankan, dan kadang memang ada beberapa orang yang memilih ber-petualang  seorang diri. Dari mulai solo riding, solo hiking, single traveler dan lain sebagainya. Alasan saya memilih untuk solo cyclist yang pertama ialah memang tidak ada yang mau ikut, dan saya lebih menikmati perjalanan ketika sendiri. Memang sering muncul beberapa pertanyaan “apa nggak jenuh mas bersepeda sendirian..?”. Ya saya jawab tidak, karena di sepanjang jalan kita akan menemukan hiburan-hiburan tersendiri, dari mulai anak-anak memanggil saya mister di beberapa daerah, di kejar anjing, di semangatin sopir, dan masih banyak hal-hal lainnya yang tentunya tidak membuat saya jenuh dalam melakukan solo cyclist. Memang di beberapa daerah seorang pesepeda jarak jauh sering di panggil mister, di Indonesia bagian barat ataupun timur, karena mereka mengira yang traveling menggunakan sepeda kebanyakan bule-bule dari luar negeri, padahal s...

Prolog

Selamat datang Mungkin anda ingin mengetahui indonesia secara lebih dekat dengan beberapa pengalaman saya tentang daerah-daerah yang saya lalui selama penjelajahan saya menggunakan sepeda di indonesia, Ya, dari mulai suku, adat, budaya, dan agama. Dan mungkin beberapa cerita unik tentang dunia pendidikan atau juga dunia literasi di indonesia yang setiap daerah mempunyai cara berbeda-beda untuk mengembangkan hal tersebut. Dari mulai membahas ekonomi masyarakat, pergerakan pemuda karang taruna, dan bahkan kegiatan pencinta alam. Manusia hidup cuma satu kali saja, maka buatlah hal unik dalam hidupmu, untuk cerita anak cucu kita di hari esok, mungkin beberapa orang menganggap hal yang saya lakukan ialah hal yang gila, tapi saya menganggap masih banyak orang yang lebih gila dari saya, anda mengenal saya berarti anda sudah mengenal salah satu jenis kegilaan pada jiwa manusia heheheheh..... Selama kurang lebih sepuluh bulan saya mengelilingi indonesia, walaupun tidak sampai 34 pro...

Dusun adat Sasak Sade

Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak. Suku Sasak Sade sudah terkenal di telinga wisatawan yang datang ke Lombok. Sebagai desa wisata, Sade punya keunikan tersendiri. Meski terletak persis di samping jalan raya aspal nan mulus, penduduk Desa Sade di Rembitan, Lombok Tengah masih berpegang teguh menjaga keaslian desa. Hal itu bisa dilihat dari bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional. Atapnya dari ijuk, kuda-kuda atapnya memakai bambu tanpa paku, tembok dari anyaman bambu, dan langsung beralaskan tanah. Orang Sasak Sade menamakan bangunan itu 'bale'. Pemandu lokal kami yang bernama Bapak Mesah berkata ada delapan bale yaitu Bale Tani, Jajar Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Tajuk dan Bencingah. Bale-bale itu dibedakan berdasarkan fungsinya. Ada 150 Kepala Keluarga (KK) di Sade. Dulu, penduduknya banyak yang menganut Islam wetu telu atau kalau dijawa sama dengan kej...

Bertemu Idola

Sudah sekitar 1,5 tahun saya mengikuti akun instagram @anysia dan @worldskatchingtour.Dan setelah saya telusuri ternyata mbak anisa bertempat tinggal di surabaya dan kebetulan kemaren ini perjalanan saya sampai di surabaya, tanapa banyak bicara saya bikin janji untuk berjumpa langsung dengan pasangan ini. Sebagai sesama penikmat seepeda jarak jauh saya merasa sangat perlu bertemu dengan mereka. Karena, banyak sekali ilmu yang akan saya gali mengenai perjalanan mereka melintasi negara-negara di benua afrika.  Dan yang lebih mengagetkan lagi, mbak anisa bukan orang yang sering melakukan perjalanan jauh menggunakan sepeda. “saya bersepeda cuma dari rumah ke kampus aja”. Ya, mbak anisa adalah lulusan kampus UNESA surabaya jurusan olahragawan. Beliau lulus s1 pada thn 2012 dan melanjutkan bekerja di salah satu hotel yang berada di bali. Dari situlah ia bertemu dan berkenalan dengan luis, seorang wisatawan asing asal portugal. Selang berjalannya waktu mbak anisa d...

Java trip (solois)

Hai gaes, pada perrjalanan saya kali ini saya akan melimtasi pulau jawa, tapi tidak semua ya. Hari ini 12,novber,2019 saya sudah sampai jogja dan besok hari kamis saya akan melanjutkan perjalanan menuju surabaya melalui jalur lintas tengah madiun. Yang pada mengira saya akan melewati bali, mohon maaf ya. Untuk ekspedisi kali ini saya tidak melewati ,melainkan dari surabaga saya berlayar menuju makasar dan berlayar lagi menuju ternate maluku. Mungkin dinternate saya akan singgah lama, karena akan bekerja dulu untuk melnjutkan perjalanan ke halmahera dan sorong. Dan untuk perjalanan bike to literation ke timur ini saya melakukannya seorang diri (solois). Karena kawan saya tian tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Dengan single fighter semoga saya selalu semangat dan menikmati perjalanan saya ya gaes. Sebelumnya saya ucapkan terimkasih kepada bro tian yang sudah menemani saya selama perjalanan di sumatra.