Langsung ke konten utama

Postingan

Bertemu Idola

Sudah sekitar 1,5 tahun saya mengikuti akun instagram @anysia dan @worldskatchingtour.Dan setelah saya telusuri ternyata mbak anisa bertempat tinggal di surabaya dan kebetulan kemaren ini perjalanan saya sampai di surabaya, tanapa banyak bicara saya bikin janji untuk berjumpa langsung dengan pasangan ini. Sebagai sesama penikmat seepeda jarak jauh saya merasa sangat perlu bertemu dengan mereka. Karena, banyak sekali ilmu yang akan saya gali mengenai perjalanan mereka melintasi negara-negara di benua afrika.  Dan yang lebih mengagetkan lagi, mbak anisa bukan orang yang sering melakukan perjalanan jauh menggunakan sepeda. “saya bersepeda cuma dari rumah ke kampus aja”. Ya, mbak anisa adalah lulusan kampus UNESA surabaya jurusan olahragawan. Beliau lulus s1 pada thn 2012 dan melanjutkan bekerja di salah satu hotel yang berada di bali. Dari situlah ia bertemu dan berkenalan dengan luis, seorang wisatawan asing asal portugal. Selang berjalannya waktu mbak anisa d...

Java trip (solois)

Hai gaes, pada perrjalanan saya kali ini saya akan melimtasi pulau jawa, tapi tidak semua ya. Hari ini 12,novber,2019 saya sudah sampai jogja dan besok hari kamis saya akan melanjutkan perjalanan menuju surabaya melalui jalur lintas tengah madiun. Yang pada mengira saya akan melewati bali, mohon maaf ya. Untuk ekspedisi kali ini saya tidak melewati ,melainkan dari surabaga saya berlayar menuju makasar dan berlayar lagi menuju ternate maluku. Mungkin dinternate saya akan singgah lama, karena akan bekerja dulu untuk melnjutkan perjalanan ke halmahera dan sorong. Dan untuk perjalanan bike to literation ke timur ini saya melakukannya seorang diri (solois). Karena kawan saya tian tidak bisa melanjutkan perjalanannya. Dengan single fighter semoga saya selalu semangat dan menikmati perjalanan saya ya gaes. Sebelumnya saya ucapkan terimkasih kepada bro tian yang sudah menemani saya selama perjalanan di sumatra.

Selat Sunda

Pada kursi panjang kapal pesiar Tersisa beberapa debu dalam sebuah perjalanan. Masih terbayang beberapa hutan lebat, teriakan burung pada cakrawala sunyi terbang lepas seperti sebuah kemerdekaan yang tanpa demokrasi. Kapal berlayar tergiring angin di hempas ombak, oh Tuhan kuasamu menggelegar pada jiwa yang alpa ini, giringlah kami pada lautan cinta dan kasih sayangmu. Perjalanan kami telah berlabuh pada sebuah ujung pulau yang di potong oleh selat sunda, beberapa sisa kapal tongkang batubara yang kami tertawakan, mereka mengangkut lelucon dan kerusakan yang di tutupi oleh keindahan. Dan pada sebuah senja yang berlabuh pada bibir langit ku ucapkan "selamat tinggal sumatra pada kesunyian cakrawala, esok akan ku ukir cerita kembali dengan rambut yang berbeda, suara yang berbeda, warna kulit yang berbeda". Cilegon 19 oktober 2019

5 Tokoh Motifasi Untuk Berpetualang

1.Ibnu Batutah atau Muhammad bin Batutah(bahasa Arab: محمد ابن بطوطة‎) yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah Al-Lawati At-Tanji bin Batutah(bahasa Arab: أبو عبد الله محمد بن عبد الله اللواتي الطنجي بن بطوطة‎) adalah seorang alim (cendekiawan) Maroko yang pernah berkelana ke berbagai pelosok dunia pada Abad Pertengahan.[1][2] Dalam jangka waktu tiga puluh tahun, Ibnu Batutah menjelajahi sebagian besar Dunia Islam dan banyak negeri non-Muslim. 2.Marcopolo Marco Polo adalah seorang pedagang dan penjelajah Italia yang pernah menyusuri jalan sutera. Ia pergi ke Tiongkok semasa berkuasanya Dinasti Mongol. Ia belajar tentang perdagangan selagi ayah dan pamannya, Niccolo dan Maffeo, melakukan perjalanan melalui Asia dan tampaknya bertemu Kubilai Khan. 3.Ahmd ibn fadlan (abad ke 10) Ibnu Fadlan terkenal dengan perjalanannya ke Skandinavia, di mana dia menghasilkan salah satu laporan paling awal dan paling berpengaruh tentang budaya Viking. Ibnu Fadlan menggambarkan ora...

Ketika Negara Api Menyerang

Sekitar pukul 15:00 kami melintasi perbatasan sumsel dengan lampung, katanya si daerah ini yang rawan begal, tapi alhamdulillah kami berjalan dengan tenang dan nyaman. Tapi ada sedikit kendala dengan suasana disana, pemandangan yang agak berbeda, nafas yang mulai tersedak dengan beberapa kepulan asap dari depan. Semakin mendekati lokasi asap beberapa mobil polisi beserta pemadam kebakaran terlihat. Memang dari tugu perbatasan ada yg berteriak "awas mas di depan ada kebakaran hutan, ". Saya kira kebakarannya sudah selesai tapi ternyata masih ada beberapa titik api yg belum di padamkan, dan alhasil kami masuk lah ke lingkaran api dan asap yang tebal. Kami tidak bisa apa-apa disana, berhenti takut di begal, lanjut ada kebakaran. Dan kami lebih memilih lanjut menembus kepulan asap yang tebal dan panas, alhamdulillah asap tebal tidak begitu lama, tapi ada dua titik yang belum di padamkan dan kami juga melewati dua titik itu juga. Saya masih memakai kacamata, jadi mata se...

Membaca= Melawan

 Ketika sedang maraknya huru-hara di negri ini, ada beberapa anak-anak yang berjuang demi mempertahankan kehidupannya di tengah hutan dari para cukong yang kerap kali membohongi mereka dengan surat-surat yang mereka tidak bisa membacanya, dan harus di cap jempol untuk tanda menyetujuinya.  Lantas cukong itu kembali dengan membawa sejumlah alat pemotong kayu untuk menebang pohon dan membangun lahan dan mengusir kehidupan orang-orang didalamnya dengan alasan surat yang sudah di setujuinya.  Dari situlah saya bilang bahwa membaca adalah melawan, melawan kebodohan, melawan pembodohan. Kita tak mesti sekolah tinggi, kita tak mesti mendapatkan ijasah. mampu membaca dan berhitung tapi kita bisa melawan atas kebijakan yang tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan prikeadilan saja kita sudah sangat merasa berjasa bagi kehidupan kita sendiri.  Membaca melawan ketidak adilan, membaca melawan kesenjangan sosial, membaca melawan segala kasus hak asasi manusia untuk mel...

Menggapai Atap Sumatera

Sedikit tidak percaya kaki ini dapat melangkah ke Sebuah tempat tertinggi di sumatera, apalagi ketika dengar kami naik bersama team dari jakarta, sebenarnya kami sangat minder ketika naik dengan senior yang sudah mendaki beberapa puncak tertinggi di indonesia, tapi kami bersyukur karena kami dapat lebih banyak pelajaran tentang kegiatan dialam bebas. Jalur yang kami lewati adalah bukan jalur yang banyak orang lalui, yang biasanya orang naik via kayu aro, tapi kali ini kami melewati jalur via solok selatan. Jalur yang lebih asri kita rasakan dan masih banyak satwa liar di hutan taman nasional kerinci. Hari pertama: Kami mulai memasuki pintu rimba, pintu d mana kami mulai memasuki wilayah hutan belantara yang masih hijau dan asri, ditambah sepanjang perjalanan kami banyak pacet (lintah) bergelantungan di kaki kami, ditambah saya tidak memakai sepatu hanya memakai sandal tracking, jadi lebih banyak pacet yang menempel di kaki saya, tapi semua itu tidak membuat kaki ini berhenti me...