Langsung ke konten utama

Postingan

Sekte: Pedalism Kesesatan

  Memasuki tahun ke ti ga di musim corona, perpanjangan PPKM yang tak kunjung usai, vaksin yang di giring ke sistem adimistratif dan kesusahan-kesusahan lainnya. Tapi masih untung saya di berikan umur panjang oleh Tuhan yang Esa, sehingga saya mampu melakukan touring ke berapa kalinya yang saat ini berkesempatan ke kalimantan. Namun, setelah saya sempat fakum selama satu tahun di persepedaan duniawi ini, rupanya banyak muka-muka baru yang muncul dalam dunia persepedaan tingkat kota maupun provinsi berdasarkan nalar pendek saya sih seperti itu, entah anda. Ternyata satu tahun fakum sudah mengalami percepatan yang pesat di dunia pergowesan ini, bahkan sampai banyaknya pesepeda di bully di karenakan tidak taat aturan dan ngawur saat bersepeda di jalan raya, ya itu sih saya ndak tahu karena pas saat itu masih fakum heuheuheuheu. Yes, dari 3 tahun belakangan yang entah sebenarnya sudah lama maupun baru meledak, melambung tinggi dan semoga tidak terjatuh, olahraga bersepeda menjadi s...

BANJARMASIN: Adat, Budaya, dan agama

  Jelajah wisata sejarah kota Banjarmasin, kota yang di juluki sebagai kota seribu sungai itu menyimpan sejarah banyak dari mulai peradaban islam sampai budaya lokal.   Banjarmasih adalah nama kampung yang dihuni suku Melayu. Kampung ini terletak di bagian utara muara sungai Kuin, yaitu kawasan Kelurahan Kuin Utara dan Alalak Selatan saat ini. Kampung Banjarmasih terbentuk oleh lima aliran sungai kecil, yaitu sungai Sipandai, sungai Sigaling, sungai Keramat, sungai Jagabaya dan sungai Pangeran yang semuanya bertemu membentuk sebuah danau. Kata banjar berasal dari bahasa Melayu yang berarti kampung atau juga berarti berderet-deret sebagai letak perumahan kampung berderet sepanjang tepian sungai. Banjarmasih berarti kampung orang-orang Melayu, sebutan dari dari orang Ngaju (suku Barangas) yang menghuni kampung-kampung sekitarnya.   Penduduk Banjarmasih dikenal sebagai Oloh Masih yang artinya orang Melayu, sebutan oleh Oloh Ngaju (oloh = orang, ngaju = hulu) terseb...

KMP TATAMAILAU

  Masih di bulan maret 2019, saya memutuskan melanjutkan perjalanan dari sorong menuju Merauke menggunakan KMP TATAMAILAU dari PT.Pelni Indonesia, tepat tanggal 07 maret 2019 pagi, saya dan teman saya di sorong pergi ke Pelabuhan untuk bersiap-siap menaikan sepeda ke kapal Tatamailau tepatnya di dek 6 dan itu sangat tinggi sekali, karena kapal ini sebenarnya kapal untuk penumpang saja bukan seperti ferry atau kapal Surabaya Lombok yang memuat angkutan juga, jadi saya harus bersusah payah mengangkat sepeda ke dek 6 seorang diri dengan beban kissaran 30kg, dan menurut saya disitulah seni berlayar menggunakan kapal pelni yang tidak seperti kapal lainnya, tapi enaknya sepeda tidak dikenakan tarif sepeserpun jadi kita cukup membeli tiket untuk orang saja. Harga tiket yang saya beli cukup mahal karena cukup jauh juga pelayaran ini bahkan sampai menghabiskan waktu satu minggu diatas laut, dan untuk kalian yang mau pergi ke papua jangan pernah berfikir susah atau sebagainnya, ibarat kata “...

WAISAI IBUKOTA RAJA AMPAT

 Rasannya diri ini tidak percaya mampu menginjakkan kaki di Raja Ampat, setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat bulan dari pulau jawa. Melawan panasnya matahari, dinginnya hujan dan udara pegunungan, dan Yang paling berat ialah melawan diri sendiri. Siang itu Langit Sorong sangat biru sejajar dengan laut yang biru pula, menambah semangat jiwa ini untuk berpetualang. Kapal mulai berlayar dari Pelabuhan kota Sorong pukul 14:30, menggunakan kapal Expres bahari dengan tarif 100.000 dan selama perjalanan di sandingan dengan gempuran ombak yang menghajar dasar kapal dengan kencang, panasnya cuaca di Papua bukan menjadi alasan untuk berhenti menjelajah keindahan dan ragam budaya Indonesia. Kurang lebih selama dua jam di kapal akhirnya bersandar di Pelabuhan Waisai pukul 16:46 Waku Indonesia Timur. Wasai adalah ibu kota dari kabupaten Raja Ampat, sebuah pulau yang diapit oleh keindahan biota laut dan keindahan alam yang memuakau bagi siapapun yang mengunjunginya, di sekitar Wais...

Dari Pulau Ke Pulau 02

  Jauh dari rumah bukanlah suatu hal yang sukar bagi saya, dan perjalanan adalah sebuah jalan merakit rindu yang terbatas oleh waktu. Melanjutkan cerita dari pulau ke pulau berikutnya adalah saya akan membahas beberapa pulau kecil yang masih saya lalui di wilayah timur Indonesia. Setelah dari pulau kecil Gili Trawangan Lombok saya bertolak ke pulau sumbawa, sumbawa adalah salah satu pulau yang cukup besar di provinsi Nusa Tenggara Barat. Sumbawa menyajikan pemandangan yang tak kalah menarik dengan Lombok, lebih dari seminggu saya berada di pulau sumbawa, melewati kota sumbawa, dompu, bima. Sepanjang jalan disuguhkan pemandangan pesisir yang juga membelah perbukitan, pantai yang jernih menembus bebatuan karang membuat perjalan semakin asyik walau dijalani sendiri. Sumberdaya alam dan manusia yang saling melengkapi menambah banyak pelajaran bagi saya sendiri, dari masyarakat nelayan, petani, sampai para penggembala kerbau, memang sepanjang jalan banyak sekali menemui kerbau-kerba...

Perempuan Tak Punya Rasa

Dengarlah, aku akan menceritakan tentang kisah ku dan segala dukanya. Saat itu aku baru duduk di kelas dua Sekolah Menengah Pertama, sudah dua tahun merasakan berjarak dengan orang tua. Namun, aku menemukan semangat baru di kota itu, dan mungkin aku sudah menginjak sedikit dewasa hingga mampu merasakan getaran cinta. Aku tak peduli itu cinta monyet atau lain sebagainnya, yang pasti aku merasakan semua itu pertama kalinya, melihat seorang perempuan yang tak tahu asal usulnya lalu merasakan cinta terhadap dirinya. Waktu itu aku sangat ingat, mencari akun facebooknya dan mulai berkenalan dengannya. Perempuan yang baik, itulah yang ada dalam pikaranku saat itu, lalu semakin lama aku semakin sering menghubunginya lewat inbok hingga saat itu aku sempat meminta nomor ponselnya. Sampai aku heran, ada seseorang yang membuat aku menjadi semangat melakukan hal apapun dalam kehidupan, satu tahun berlalu rasa yang masih aku simpan karena malu untuk mengungkapkannya, walupun setiap saat aku s...

Merayakan Kebebasan

Bersepeda hanyalah kebiasaan yang setiap manusia bisa melakukannya, lalu bagai mana dengan bersepeda jarak jauh, bukankah itu olahraga yang berlebihan ?. tentu saja bukan, dalam hal bersepeda jarak jauh atau long distance sebenarnya sama saja dengan kita bersepeda setiap hari, karena di sepanjang jalan saya juga msih mengenal istiraht dan tidur sebagaiman manusia lain melakukannya. Bagi saya bersepeda jarak jauh ialah dalam rangka merayakan nikmat kesehatan yang Tuhan berikan kepada saya, dan juga merayakan atas kebebasan hidup, menikmati panjangnya jalan dan luasnya lautan yang Tuhan ciptakan untuk kita semua. Bersepeda bukanlah hukuman batin untuk setiap manusia, justru setiap manusia akan bahagia bersama yang ia senangi, contoh kecil, kalian mencintai seseorang dan menginginkan dia menjadi kekasihmu, betapa bahagianya dirimu jika itu memang benar terjadi, begitupun dengan sepeda jika kamu sudah mencintainya. Berbagai macam cara manusia merayakan atas kebebasannya dal...